Waspada Modus Penipuan Keuangan Berbasis Teknologi AI

Waspada Modus Penipuan Keuangan Berbasis Teknologi AI

Perkembangan teknologi digital menghadirkan kemudahan sekaligus celah kerawanan baru yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha dan masyarakat luas. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence kini mulai disalahgunakan dalam kejahatan siber yang menyasar sektor keuangan. Otoritas Jasa Keuangan mencatat ribuan aduan terkait indikasi penipuan yang memanfaatkan teknologi tersebut sejak akhir tahun lalu hingga pertengahan tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono membeberkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dalam tindak kejahatan semakin masif. “Ini cukup banyak, berbagai penipuan keuangan yang menggunakan AI,” ujar Dicky dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/8/2026).

Teknologi tersebut berfungsi sebagai alat bantu yang membuat siasat kejahatan menjadi semakin meyakinkan, bergerak lebih cepat, serta semakin sulit dikenali oleh para korban. “Ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI dalam penipuan keuangan semakin canggih dan semakin nyata. Karena itu, kami semua perlu waspada,” katanya. Para pelaku mampu memanipulasi berbagai identitas digital mulai dari bentuk video, foto, suara, nomor telepon, nomor rekening, hingga dokumen resmi agar menyerupai aslinya. “Suaranya bisa menyerupai orang yang kami kenal, videonya juga bisa menyerupai orang yang kami percaya, bahkan identitas lembaga tertentu pun dapat direkayasa,” ujarnya.

Skema kejahatan yang memanfaatkan teknologi canggih ini umumnya hadir dalam beberapa bentuk utama yang sering ditemui oleh masyarakat. Berikut adalah ragam modus yang paling banyak dilaporkan:

  1. Kejahatan investasi yang memanfaatkan teknologi deepfake dengan mencantumkan paras tokoh ternama.
  2. Kejahatan melalui robot trading berbasis AI.
  3. Penipuan transaksi belanja daring yang mengatasnamakan teknologi AI.
  4. Panggilan telepon palsu atau voice cloning yang meniru vokal maupun paras korban atau pihak lain.

Tujuan utama dari berbagai siasat tersebut adalah membangun rasa percaya agar korban merasa situasi yang dihadapi benar-benar nyata sehingga segera melakukan transfer dana. Guna menangkal ancaman tersebut, publik diminta memegang teguh kaidah 2L yaitu Legal dan Logis, serta senantiasa menjalankan proses konfirmasi ulang sebelum mengeksekusi transaksi. Lembaga pengawas juga sedang merancang aplikasi khusus untuk membantu masyarakat memvalidasi indikasi kejahatan berbasis teknologi ini.

Publik diimbau agar tidak gampang percaya terhadap nama akun, nomor kontak, foto, suara, atau video yang diterima. Konfirmasi dapat dilakukan dengan menghubungi langsung instansi terkait atau memanfaatkan layanan Contact Center OJK 157. Data rahasia seperti kata sandi dan kode OTP juga harus dijaga ketat agar tidak berpindah tangan ke pihak lain.

Jika terlanjur menghadapi situasi mencurigakan, langkah cepat penanganan menjadi penentu utama penyelamatan dana. “Semakin cepat kami melakukan konfirmasi, semakin besar peluang untuk melakukan penundaan transaksi atau pemblokiran dana,” ujar Dicky sambil menambahkan pentingnya pelaporan segera ke pusat penanganan aduan dan aparat penegak hukum.

Kami mengimbau Anda untuk selalu melakukan verifikasi secara berlapis setiap kali menerima permintaan pengiriman dana mendadak yang mengatasnamakan pihak tertentu. Segera periksa keaslian nomor kontak melalui saluran resmi instansi terkait dan pastikan tidak pernah membagikan data rahasia pribadi kepada siapa pun dalam kondisi apa pun.

⚠️ Hati-hati & Waspada


Kami, PT TRI USAHA BERKAT (LinkQu), adalah perusahaan resmi yang menyediakan layanan transfer uang. Kami telah mendapatkan izin dan diawasi oleh Bank Indonesia, dengan Nomor Lisensi: 21/250/Sb/7. Penting untuk diketahui bahwa kami tidak terkait dengan kegiatan ilegal apapun dan bukan termasuk perusahaan atau bisnis pinjaman online, investasi, game, atau jenis usaha lainnya.

Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan penipuan yang mengaku sebagai PT Tri Usaha Berkat (LinkQu). Kami tidak terlibat dalam kegiatan pinjaman online, investasi, atau game. Jika Anda menerima tawaran atau permintaan yang mencurigakan mengatasnamakan PT Tri Usaha Berkat (LinkQu), kami sarankan untuk segera melapor ke pihak berwenang serta menginformasikannya kepada kami.
Selalu waspada terhadap penipuan pinjaman online, investasi, atau jenis penipuan lainnya yang bisa merugikan Anda.

Share Yuk! 👇

Super Fast, Lightweight, and Simple Money Transfer App

Aplikasi transfer uang super cepat & ringan