
Ratusan warga Blora mendatangi Mapolres Blora karena merasa menjadi korban dugaan penipuan melalui aplikasi Snapboost. Setidaknya ada 17 orang yang sudah membuat pengaduan resmi ke Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sejak Jumat sore hingga malam hari.
Salah satu korban bernama Johan melaporkan pengembang aplikasi tersebut yang berinisial Diana Christyani. Johan menjelaskan, “Yang saya adukan pengembang snapboost di Blora, Diana Christyani,” saat memberikan keterangan kepada media di lokasi kejadian.
Johan yang bekerja sebagai tenaga pendidik ini mengaku mulai bergabung dengan Snapboost sejak pertengahan Maret. Awalnya, ia masuk ke ekosistem ini melalui akun milik rekannya dan mulai melakukan deposit secara bertahap.
Nilai uang yang disetorkan bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga total mencapai Rp 49.500.000. Johan mengungkapkan, “Saya totalnya Rp 49.500.000,” yang merupakan jumlah cukup besar bagi seorang pegawai pemerintah.
Selama sebulan bergabung, ia sama sekali belum pernah mencicipi hasil keuntungan maupun melakukan penarikan dana. Johan menambahkan, “Mungkin member yang lain yang saya tahu yang seperti saya yang tidak menarik ya banyak. Tapi juga ada yang menarik juga. Mungkin yang marah kan yang tidak menarik ya,” tuturnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, diperkirakan ada lebih dari 700 orang yang terjebak dalam skema investasi ini. Total kerugian seluruh korban ditaksir telah menembus angka fantastis sebesar Rp 2 miliar.
Kecurigaan mulai muncul saat proses penarikan dana mulai dipersulit dengan berbagai alasan verifikasi sejak awal April. Johan menjelaskan kronologinya, “Tanggal 3 April itu kan sebenarnya sudah bisa tertarik tapi selalu ada alasan-alasan verifikasi dan sebagainya. Akhirnya molor lagi tanggal 12 April. Setelah itu kepercayaan terakhir akhirnya setelah tanggal 12 sudah saya anggap ini setan semua,” tegasnya.
Kami mengingatkan kalian untuk selalu berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal dalam waktu singkat. Pastikan selalu memeriksa legalitas aplikasi di otoritas terkait dan jangan mudah tergiur oleh ajakan teman tanpa riset mendalam agar terhindar dari kerugian serupa.

