{"id":5201,"date":"2026-03-18T09:52:21","date_gmt":"2026-03-18T02:52:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linkqu.id\/?p=5201"},"modified":"2026-04-03T16:49:28","modified_gmt":"2026-04-03T09:49:28","slug":"transaksi-keuangan-perusahaan-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/","title":{"rendered":"Transaksi Keuangan Perusahaan Adalah? Ini Definisinya!"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5203\" src=\"https:\/\/www.linkqu.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah.jpg\" alt=\"transaksi keuangan perusahaan adalah\" width=\"1080\" height=\"609\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/www.linkqu.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah.jpg 1080w, https:\/\/www.linkqu.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Transaksi keuangan perusahaan adalah<\/a> hal yang setiap hari perusahaan kerjakan. Disini perusahaan bisa jalankan usahanya. Tiap transaksi juga harus dicatat sebaik-baiknya untuk kebutuhan bisnis perusahaan,\u00a0Anda yang menekuni jadi pelaku bisnis harus mengerti sangkut-paut transaksi keuangan perusahaan. Yok, dibaca penjelasannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left-text counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #000000;color:#000000\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #000000;color:#000000\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Transaksi_Keuangan_Perusahaan_Adalah\" >Transaksi Keuangan Perusahaan Adalah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Apa_Contoh_Transaksi_Keuangan_Perusahaan\" >Apa Contoh Transaksi Keuangan Perusahaan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Apa_Saja_Beberapa_jenis_Transaksi_Keuangan_Perusahaan\" >Apa Saja Beberapa jenis Transaksi Keuangan Perusahaan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Keutamaan_Menyimpan_Bukti_Transaksi_Keuangan_Perusahaan\" >Keutamaan Menyimpan Bukti Transaksi Keuangan Perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Beberapa_macam_Bukti_Transaksi_Perusahaan\" >Beberapa macam Bukti Transaksi Perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Sistem_Pencatatan_Transaksi_Bisnis\" >Sistem Pencatatan Transaksi Bisnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Beberapa_langkah_Pencatatan_Keuangan_Bisnis\" >Beberapa langkah Pencatatan Keuangan Bisnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah\/#Ringkasan\" >Ringkasan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Transaksi_Keuangan_Perusahaan_Adalah\"><\/span>Transaksi Keuangan Perusahaan Adalah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mengenai transaksi keuangan perusahaan adalah aktivitas yang terkait dengan keuangan perusahaan yang bisa diukur dan memperlihatkan status keuangan perusahaan selama masa tertentu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Transaksi keuangan yang juga dikenal sebagai transaksi\u00a0keuangan perusahaan\u00a0adalah hal yang hendak terus dijalankan perusahaan sepanjang beroperasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Memulai usaha membuat pelaku bisnis terus akan berhubungan dengan pihak luar. Transaksi keuangan perusahaan adalah media yang dipakai untuk membikin jalinan itu terus jalan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Transaksi keuangan perusahaan adalah benar-benar luas cakupannya. Tidak terus-terusan berhubungan dengan jual beli, tetapi juga beberapa hal lain seperti pembayaran upah \/bulan untuk pegawai termasuk juga macam transaksi perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semua transaksi keuangan perusahaan adalah perlu dimasukkan ke pendataan transaksi yang diakhir menjadi laporan keuangan. Hal tersebut mempunyai tujuan sebagai wujud pertanggungjawaban dan penilaian pada keadaan keuangannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Contoh_Transaksi_Keuangan_Perusahaan\"><\/span>Apa Contoh Transaksi Keuangan Perusahaan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Transaksi keuangan perusahaan adalah luas. Anda dapat mengenali contoh transaksinya semacam ini.<\/p>\n<ol>\n<li>Pemasaran dengan pembayaran credit atau tunai pada customer.<\/li>\n<li>Terima pembayaran invoice atau piutang dengan uang cash di saat jatuh tempo.<\/li>\n<li>Beli asset tetap untuk menambahkan harta perusahaan. Contoh asset tetap adalah gedung, tanah, dan mesin untuk memproduksi.<\/li>\n<li>Pendataan menyusutnya fungsi asset tetap. Misalnya mesin produksi yang kwalitasnya turun karena umurnya lama dan kerap dipakai.<\/li>\n<li>Beli stok produk untuk tutupi kekurangan stok di vendor.<\/li>\n<li>Lakukan investasi pada usaha lain untuk menambahkan asset.<\/li>\n<li>Memberi upah pada pegawai.<\/li>\n<li>Pinjam dana ke bank atau instansi yang lain untuk kepentingan usaha.<\/li>\n<li>Membagi dividen dengan teratur pada investor.<\/li>\n<li>Tawarkan asset kepada pihak ke-3 .<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Saja_Beberapa_jenis_Transaksi_Keuangan_Perusahaan\"><\/span>\nApa Saja Beberapa jenis Transaksi Keuangan Perusahaan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jenis transaksi keuangan perusahaan adalah dapat dibagi jadi banyak hal sebagai berikut ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>1. Dilihat dari interaksi institusional<\/h3>\n<p>Transaksi keuangan perusahaan jenis ini dilihat berdasar interaksi yang dimiliki perusahaan dengan pihak intern dan external. Ini penjelasannya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>a. Transaksi intern<\/h4>\n<p>Transaksi intern adalah jenis transaksi yang terjadi pada bagian dalam perusahaan tanpa ada pihak luar.<\/p>\n<p>Contoh gampang dari transaksi ini adalah berlangsungnya penyusutan fungsi dari mesin produksi. Kualitas mesin wajar turun seiring berjalannya waktu, apa lagi bila kerap dipakai. Perusahaan akan beli mesin terbaru bila mesin itu tidak dapat digunakan sama sekalipun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>b. Transaksi external<\/h4>\n<p>Transaksi external terjadi pada perusahaan dengan pihak yang lain sebagai bisnis juga. Ini penting untuk perusahaan karena kadang perusahaan tidak dapat sediakan keperluannya sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Misalnya adalah perusahaan yang beli barang stok melalui vendor yang maksudnya adalah untuk membuat stock barang selalu ada. Ada ongkos yang dikeluarkan untuk sewa gedung. Atau juga bisa upah yang disampaikan pada pegawai tiap bulannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>2. Dilihat dari penukaran uang<\/h3>\n<p>Jenis transaksi keuangan berikut dilihat berdasar jenis pembayaran yang digunakan oleh perusahaan. Ini penjelasannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>a. Transaksi secara tunai<\/h4>\n<p>Transaksi keuangan perusahaan adalah lumrah saat dilakukan tanpa berutang atau dibayarkan langsung lunas. Misalkan, perusahaan beli mesin pabrik Rp50 juta langsung cash.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pembayaran lunas dilakukan saat perusahaan mampu. Ini akan kurangi beban perusahaan karena tidak ada hutang baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pembayaran dengan tunai tidak harus memakai uang dengan cara langsung, tetapi juga bisa dilakukan secara transfer dan tata cara pembayaran tidak langsung yang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>b. Transaksi secara non tunai<\/h4>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/klikbca-individual-beserta-biaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Transaksi non tunai<\/a> tujuannya adalah tidak memakai uang sama sekali saat transaksi terjadi. Ini memungkinkan, tetapi akuntan perlu tetap untuk menulis transaksi itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Misalkan, perusahaan D beli <a href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/mengenal-cash-deposit-machine\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mesin<\/a>il pabrik pada perusahaan C. Telah dibayarkan. Tetapi, saat dipakai mesin itu tidak dapat menyala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perusahaan D kembalikan mesin itu pada perusahaan C, selanjutnya perusahaan C mengirim mesin baru yang dapat dipakai. Hal itu dilakukan tanpa transaksi dengan uang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>c. Transaksi credit<\/h4>\n<p>Transaksi credit adalah jenis transaksi keuangan perusahaan adalah yang cukup kerap digunakan. Transaksi credit membayar dengan beberapa uang lebih dahulu, baru kelak dibayar ketika mendekat waktu tempo.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Transaksi credit digunakan saat perusahaan beli asset yang harga lumayan tinggi. Misalkan, beli gedung untuk pabrik baru, perusahaan membeli dengan mencicil sepanjang sepuluh tahun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Transaksi credit mengurangi beban perusahaan yang belum sanggup membayar secara lunas, tetapi langsung bisa manfaatkan gedung yang baru dibelinya sebagai pabrik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk menulis transaksi credit, akuntan umumnya akan memasukkan di bagian kewajiban.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>3. Dilihat dari tujuan<\/h4>\n<p>Transaksi perusahaan tergantung pada tujuannya. Ini tujuan yang dapat dipunyai perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5>1. Transaksi bisnis<\/h5>\n<p>Transaksi dalam bisnis terkait dengan semua aktivitas usaha perusahaan dimulai dari pembelian bahan baku, pembelian mesin produksi, bayar pegawai, dan yang lain. Transaksi ini bermanfaat supaya perusahaan masih tetap jalan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5>2. Transaksi non-bisnis<\/h5>\n<p>Transaksi keuangan perusahaan ada juga yang dipakai untuk non bisnis. Maksudnya adalah untuk membikin citra yang baik di mata khalayak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Misalnya adalah perusahaan yang ikuti aktivitas donasi atau pendayagunaan panti asuhan. Perusahaan perlu lakukan ini sebagai wujud dedikasi dan menolong sama-sama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5>3. Transaksi untuk kepentingan individu<\/h5>\n<p>Transaksi keuangan ini ada di di luar masalah bisnis perusahaan, misalkan perayaan ulang tahun untuk keluarga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keutamaan_Menyimpan_Bukti_Transaksi_Keuangan_Perusahaan\"><\/span>Keutamaan Menyimpan Bukti Transaksi Keuangan Perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bukti transaksi keuangan yang dikeluarkan perusahaan penting buat disimpan karena jadi petunjuk saat akan membuat laporan keuangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Beberapa angka yang berada di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Laporan_keuangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laporan keuangan<\/a> tidak dapat dikarang sendiri oleh akuntan. Data itu diambil dari beragam jenis bukti transaksi yang diletakkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Masing-masing seksi perusahaan harus simpan bukti transaksi sampai akuntan memintanya dari mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Beberapa_macam_Bukti_Transaksi_Perusahaan\"><\/span>Beberapa macam Bukti Transaksi Perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bukti transaksi keuangan milik perusahaan dipisah jadi 2, ini penjelasannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>1. Bukti intern<\/h3>\n<p>Bukti transaksi ini datang untuk kepentingan intern perusahaan dan dibikin sendiri oleh perusahaan. Contoh bukti transaksi intern adalah:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>a. Bukti kas masuk<\/h4>\n<p>Bukti transaksi ini ada saat perusahaan terima uang secara tunai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>b. Bukti kas keluar<\/h4>\n<p>Bukti transaksi ini dipakai saat perusahaan memakai uang untuk kewajibannya seperti bayar pegawai, bayar hutang perusahaan, dan yang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>c. Memo<\/h4>\n<p>Bukti transaksi ini umumnya dipakai untuk transaksi bonus yang dibagi-bagikan antar seksi atau manager perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>2. Bukti external<\/h3>\n<p>Bukti transaksi ini umumnya digunakan untuk transaksi bersama pihak yang lain ada di luar perusahaan. Inilah macamnya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>a. Faktur<\/h4>\n<p>Bukti transaksi ini digunakan untuk pembayaran tipe credit. Faktur dipakai sebagai pertanda jika perusahaan mempunyai hutang yang ada di luar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Umumnya dibikin dengan 2 salinan. Satu salinan yang asli dipegang konsumen atau yang punyai hutang, dan salinan lain dipegang oleh perusahaan yang menjadi penjual.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>b. Kuitansi<\/h4>\n<p>Kuitansi umumnya bermanfaat sebagai bukti transaksi yang pembayarannya secara kontan atau tunai. Masing-masing pihak yang berbisnis harus membubuhkan tanda-tangan di kuitansi sebagai pertanda kesepakatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>c. Cek<\/h4>\n<p>Sebagai surat berbentuk perintah dari nasabah satu bank untuk keluarkan uang untuk pembawa cek. Nasabah akan memperlihatkan jika pembaca cek itu dapat ambil uang dengan tanda-tangan yang dibubuhkan pada check.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>d. Bilyet giro<\/h4>\n<p>Bilyet giro sebagai surat perintah untuk mengalihkan dana dari rekening nasabah ke rekening yang lain yang disebutkan dalam bilyet. Dapat dilakukan di satu bank atau <a href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/kirim-uang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kirim uang antar bank<\/a> yang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>e. Rekening koran<\/h4>\n<p>Bukti transaksi berbentuk perubahan dana di rekening milik perusahaan yang dibuat oleh bank. Berisi beragam transaksi yang ada memakai rekening itu. Perusahaan umumnya sesuaikan catatan keuangan mereka dengan rekening koran dari bank.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>f. Nota<\/h4>\n<p>Bukti transaksi ini dikeluarkan untuk pembelian tunai yang diberi penjual ke konsumen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>g. Nota credit<\/h4>\n<p>Bukti transaksi yang dikeluarkan untuk memberitahu pihak luar perusahaan jika account kepunyaannya sudah dikreditkan dalam jumlah tertentu. Nota ini akan diberikan pada customer sebagai info.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>h. Nota debet<\/h4>\n<p>Bukti transaksi yang dipakai perusahaan kepada pihak luar untuk memberitahu pesanan ada yang tidak sesuai atau rusak. Nota ini diberikan pada customer untuk memberitahu jika account-nya telah didebet.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_Pencatatan_Transaksi_Bisnis\"><\/span>Sistem Pencatatan Transaksi Bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Biasanya perusahaan memakai catatan transaksi sistem entri double yang berisi credit dan debet. Ada dua sistem pendataan transaksi keuangan perusahaan yang dapat dihandalkan. Ini penuturannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>1. Pencatatan transaksi berbasiskan kas<\/h3>\n<p>Sistem pencatatan <a href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/transaksi-online-dengan-payment-gateway-bisa-kirim-ke-banyak-rekening\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">transaksi<\/a> ini cuma berkutat pada transaksi di antara penjual dan konsumen. Kerap dihandalkan pada usaha kecil yang cuma memerlukan laporan keuangan sederhana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kunci dari transaksi ini adalah Anda akan lakukan pencatatan setiap telah terima pembayaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>2. Pencatatan transaksi berbasiskan akrual<\/h3>\n<p>Sistem pencatatan akrual lebih kompleks. Di pencatatan ini tiap piutang atau uang yang ada di pihak lain akan dicatat. Kuncinya ada di produk atau layanan yang diterima konsumen setia, tidak pada pembayaran yang diterima perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Beberapa_langkah_Pencatatan_Keuangan_Bisnis\"><\/span>Beberapa langkah Pencatatan Keuangan Bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pencatatan transaksi keuangan keuangan perusahaan adalah harus dilakukan dengan teliti. Ini beberapa langkah yang dapat dilakukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>1. Kumpulkan bukti transaksi keuangan<\/h3>\n<p>Langkah pertama kali yang perlu dilakukan untuk pencatatan transaksi adalah kumpulkan bukti transaksi yang dimiliki perusahaan. Bukti transaksi didapat dari semua divisi perusahaan yang lakukan transaksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>2. Mengecek orisinalitas bukti transaksi<\/h3>\n<p>Untuk menunjukkan orisinalitas transaksi itu, perlu dilihat lebih jauh dengan melihat tanggal, tanda-tangan yang lakukan transaksi, nominal, sampai stempel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>3. Menulis transaksi di jurnal<\/h3>\n<p>Semua transaksi dicatat pada jurnal supaya lebih kelihatan rapi dan ditata sesuai tanggal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>4. Memindahkan data jurnal pada buku besar<\/h3>\n<p>Tingkatan pemindahan data dari jurnal ke buku besar diawali dari pendataan tanggal transaksi, jumlah nominal yang didebit atau dikredit, dan yang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>5. Atur neraca untuk pisahkan credit dan debet<\/h3>\n<p>Kemudian lakukan penghitungan di antara nominal yang dikredit atau yang didebit dan pastikan hasil ke-2 nya imbang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ringkasan\"><\/span>\nRingkasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Transaksi keuangan perusahaan adalah hal yang penting dicatat dan jadi perhatian secara baik karena mempunyai pengaruh besar pada jalannya bisnis perusahaan. Pencatatannya juga perlu struktural supaya tidak ada transaksi yang tertinggal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8211;<\/p>\n<p><span style=\"color: #999999;\"><em>Kata kunci terkait : transaksi keuangan perusahaan adalah, yang dimaksud dengan transaksi keuangan perusahaan adalah, pernyataan tidak terkait bukti transaksi keuangan perusahaan adalah, 6 pernyataan tidak terkait bukti transaksi keuangan perusahaan adalah, contoh laporan keuangan perusahaan yang belum ada transaksi, transaksi keuangan adalah, yang dimaksud dengan transaksi keuangan perusahaan adalah, apa itu transaksi keuangan, pengertian transaksi keuangan, apa yang dimaksud dengan transaksi keuangan<\/em><\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transaksi keuangan perusahaan adalah hal yang setiap hari perusahaan kerjakan. Disini perusahaan bisa jalankan usahanya. Tiap transaksi juga harus dicatat sebaik-baiknya untuk kebutuhan bisnis perusahaan,\u00a0Anda yang menekuni jadi pelaku bisnis harus mengerti sangkut-paut transaksi keuangan perusahaan. Yok, dibaca penjelasannya. &nbsp; Transaksi Keuangan Perusahaan Adalah? Mengenai transaksi keuangan perusahaan adalah aktivitas yang terkait dengan keuangan perusahaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5203,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":"","_wpscppro_dont_share_socialmedia":false,"_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_google_business_share_type":"","_selected_social_profile":[],"_wpsp_enable_custom_social_template":false,"_wpsp_social_scheduling":{"enabled":false,"datetime":null,"platforms":[],"status":"template_only","dateOption":"today","timeOption":"now","customDays":"","customHours":"","customDate":"","customTime":"","schedulingType":"absolute"},"_wpsp_active_default_template":true},"categories":[20],"tags":[859,862,864,860,863,858,861,856,857],"class_list":["post-5201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-6-pernyataan-tidak-terkait-bukti-transaksi-keuangan-perusahaan-adalah","tag-apa-itu-transaksi-keuangan","tag-apa-yang-dimaksud-dengan-transaksi-keuangan","tag-contoh-laporan-keuangan-perusahaan-yang-belum-ada-transaksi","tag-pengertian-transaksi-keuangan","tag-pernyataan-tidak-terkait-bukti-transaksi-keuangan-perusahaan-adalah","tag-transaksi-keuangan-adalah","tag-transaksi-keuangan-perusahaan-adalah","tag-yang-dimaksud-dengan-transaksi-keuangan-perusahaan-adalah"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5201"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5201\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}