{"id":14884,"date":"2026-01-28T10:53:55","date_gmt":"2026-01-28T03:53:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linkqu.id\/?p=14884"},"modified":"2026-01-26T11:01:46","modified_gmt":"2026-01-26T04:01:46","slug":"solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/","title":{"rendered":"Solusi remitansi internasional untuk perusahaan"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-14886 size-full\" src=\"https:\/\/www.linkqu.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan.webp\" alt=\"Solusi remitansi internasional untuk perusahaan\" width=\"1280\" height=\"720\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/www.linkqu.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan.webp 1280w, https:\/\/www.linkqu.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Kalau perusahaan kamu punya vendor di luar negeri, mengirim gaji untuk tim remote, atau bayar biaya langganan software yang tagihannya pakai mata uang asing, satu hal yang cepat terasa \u201cmengganggu\u201d adalah remitansi. Bukan karena satu kali transfer itu sulit, tapi karena ketika volumenya mulai rutin, prosesnya jadi penuh detail kecil: kurs berubah, biaya tidak selalu jelas, status dana kadang \u201cmenggantung\u201d, dan dokumen kepatuhan perlu rapi. Di titik itu, banyak tim finance mulai mencari <a href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/\">solusi remitansi internasional untuk perusahaan<\/a> yang bukan sekadar bisa kirim uang, tapi juga membuat alurnya lebih tertib dan bisa diaudit.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left-text counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #000000;color:#000000\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #000000;color:#000000\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/#Mengapa_remitansi_internasional_sering_jadi_pekerjaan_yang_melelahkan\" >Mengapa remitansi internasional sering jadi pekerjaan yang melelahkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/#Pola_kebutuhan_perusahaan_yang_sebenarnya\" >Pola kebutuhan perusahaan yang sebenarnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/#Risiko_yang_sering_terlewat_ketika_remitansi_dilakukan_%E2%80%9Csekadar_bisa_kirim%E2%80%9D\" >Risiko yang sering terlewat ketika remitansi dilakukan \u201csekadar bisa kirim\u201d<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/#Contoh_situasi_sehari-hari_di_perusahaan\" >Contoh situasi sehari-hari di perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/#Di_mana_LinkQu_masuk_secara_logis\" >Di mana LinkQu masuk secara logis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/#Cara_menilai_solusi_remitansi_sebelum_dipakai_rutin\" >Cara menilai solusi remitansi sebelum dipakai rutin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/artikel\/solusi-remitansi-internasional-untuk-perusahaan\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_remitansi_internasional_sering_jadi_pekerjaan_yang_melelahkan\"><\/span>Mengapa remitansi internasional sering jadi pekerjaan yang melelahkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Remitansi internasional pada praktiknya adalah rangkaian proses: verifikasi penerima, pemilihan jalur pengiriman, konversi mata uang, pemeriksaan kepatuhan, hingga rekonsiliasi di akhir. Dalam perusahaan, satu transaksi bisa melibatkan beberapa pihak: tim procurement, finance, compliance, bahkan vendor luar negeri yang menunggu bukti pembayaran.<\/p>\n<p>Masalahnya, \u201cfriksi\u201d di tiap tahap sering tidak terlihat dari awal. Awalnya satu-dua kali masih aman. Tapi ketika transaksi lintas negara menjadi bagian dari operasional\u2014misalnya pembelian bahan baku, pembayaran jasa konsultan, atau settlement untuk marketplace global\u2014friksi itu menjadi biaya waktu yang nyata.<\/p>\n<p>Beberapa pola yang umum terjadi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Biaya total baru terlihat belakangan.<\/strong> Ada biaya di depan, ada biaya di tengah jalur, dan kadang penerima juga dipotong biaya bank koresponden.<\/li>\n<li><strong>Status transfer sulit dilacak secara praktis.<\/strong> Informasinya tersebar: sebagian di email, sebagian di portal bank, sebagian di chat vendor.<\/li>\n<li><strong>Rekonsiliasi memakan jam kerja.<\/strong> Matching antara invoice, bukti transfer, dan uang yang benar-benar masuk ke penerima bisa memakan waktu.<\/li>\n<li><strong>Dokumen kepatuhan tidak konsisten.<\/strong> Ketika audit datang, yang dicari bukan hanya \u201ctransfer sukses\u201d, tetapi juga alasan transaksi, pihak terkait, dan bukti pendukung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pola_kebutuhan_perusahaan_yang_sebenarnya\"><\/span>Pola kebutuhan perusahaan yang sebenarnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perusahaan jarang butuh \u201cfitur remitansi yang banyak\u201d. Yang dibutuhkan biasanya adalah kepastian dalam tiga hal: biaya, kontrol, dan keterlacakan.<\/p>\n<h3>Kepastian biaya dan kurs<\/h3>\n<p>Bagi tim finance, masalah terbesar sering bukan mahal atau murahnya biaya, melainkan <strong>ketidakpastian<\/strong>. Ketika perusahaan membuat budgeting, mereka butuh memprediksi total biaya remitansi untuk satu kuartal. Jika biaya dan kurs selalu berubah tanpa pola yang bisa ditangkap, budgeting menjadi spekulasi.<\/p>\n<p>Kepastian juga berkaitan dengan hubungan vendor. Vendor luar negeri biasanya ingin menerima nominal yang sesuai invoice. Jika yang masuk \u201ckurang sedikit\u201d karena potongan di jalur, vendor bisa menganggap pembayaran belum selesai, dan itu memicu email bolak-balik yang melelahkan.<\/p>\n<h3>Kontrol operasional dan approval<\/h3>\n<p>Di banyak perusahaan, remitansi bukan pekerjaan satu orang. Ada yang membuat request, ada yang memeriksa invoice, ada yang menyetujui, dan ada yang mengeksekusi. Tanpa alur yang jelas, risiko human error naik: salah rekening, salah mata uang, atau salah nominal.<\/p>\n<p>Kontrol juga berarti perusahaan bisa menelusuri: siapa yang melakukan apa, kapan, dan berdasarkan dokumen apa. Ini penting untuk kepatuhan internal, bukan semata-mata untuk \u201cmenyalahkan\u201d, tapi untuk memastikan prosesnya dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<h3>Keterlacakan dan rekonsiliasi yang tidak menyita waktu<\/h3>\n<p>Bayangkan satu perusahaan membayar 20 invoice vendor luar negeri dalam seminggu. Kalau tiap transaksi perlu dilacak manual, statusnya dicek satu per satu, dan bukti transfer harus disusun ulang, tim finance akan habis energi sebelum melakukan pekerjaan analitis yang lebih penting.<\/p>\n<p>Keterlacakan yang baik biasanya terlihat dari dua hal:<\/p>\n<ul>\n<li>Status transfer yang mudah dipantau<\/li>\n<li>Bukti transaksi yang dapat disusun rapi untuk rekonsiliasi dan audit<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Risiko_yang_sering_terlewat_ketika_remitansi_dilakukan_%E2%80%9Csekadar_bisa_kirim%E2%80%9D\"><\/span>Risiko yang sering terlewat ketika remitansi dilakukan \u201csekadar bisa kirim\u201d<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Remitansi internasional membawa risiko yang berbeda dari transfer domestik. Risiko-risiko ini tidak selalu berarti \u201cbahaya besar\u201d, tapi sering menjadi sumber keterlambatan atau biaya tambahan.<\/p>\n<h3>Kesalahan data penerima<\/h3>\n<p>Nama penerima, nomor rekening, kode bank, atau alamat (tergantung jalur) harus presisi. Satu karakter yang meleset bisa membuat dana tertahan atau balik. Saat dana balik, biaya bisa tetap berjalan, dan waktu penyelesaiannya tidak selalu cepat.<\/p>\n<h3>Perbedaan ekspektasi nominal diterima<\/h3>\n<p>Vendor menagih 1.000 USD, perusahaan mengirim 1.000 USD, tetapi penerima menerima 990 USD karena potongan di jalur. Di atas kertas terlihat kecil, tapi di lapangan bisa mengganggu hubungan kerja, apalagi jika vendor punya aturan \u201cpembayaran dianggap lunas jika nominal sesuai invoice\u201d.<\/p>\n<h3>Kepatuhan APU\/PPT dan dokumentasi<\/h3>\n<p>Transaksi lintas negara sering memerlukan dokumentasi yang lebih rapi, terutama jika volume meningkat. Dokumen yang lazim diminta perusahaan saat internal review atau audit meliputi invoice, kontrak, dan justifikasi transaksi. Jika sejak awal tidak ditata, kerja tambahan akan muncul di belakang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_situasi_sehari-hari_di_perusahaan\"><\/span>Contoh situasi sehari-hari di perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Agar lebih konkret, ini beberapa situasi yang sering ditemui tim finance:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pembayaran vendor SaaS<\/strong>: langganan tahunan software, invoice dari luar negeri, jadwal pembayaran ketat agar layanan tidak terputus.<\/li>\n<li><strong>Jasa freelancer atau tim remote<\/strong>: pembayaran rutin bulanan, penerima tersebar di beberapa negara.<\/li>\n<li><strong>Pembelian bahan baku atau barang impor<\/strong>: termin pembayaran bertahap, perlu bukti transfer cepat untuk proses pengiriman.<\/li>\n<li><strong>Settlement komisi<\/strong>: perusahaan yang bekerja sama dengan mitra luar negeri membutuhkan pengiriman dana dengan catatan yang rapi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di semua situasi itu, remitansi bukan \u201csekali kirim selesai\u201d, melainkan proses yang melekat dengan operasional.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Di_mana_LinkQu_masuk_secara_logis\"><\/span>Di mana LinkQu masuk secara logis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada dasarnya, LinkQu adalah perusahaan penyedia layanan transfer dana yang resmi berizin dan diawasi Bank Indonesia. LinkQu menyediakan layanan kirim uang dan terima pembayaran, dan mendukung kebutuhan personal maupun bisnis.<\/p>\n<p>Dalam konteks remitansi, tim finance biasanya membutuhkan jalur yang lebih tertib: alur transaksi yang jelas, pengelolaan bukti transaksi yang rapi, serta proses yang mudah dipantau. Pendekatannya bukan mengganti cara kerja finance, melainkan membantu membuat transaksi lintas negara lebih mudah dikelola dan ditelusuri.<\/p>\n<p>Kalau kamu ingin melihat opsi aksesnya, LinkQu tersedia di aplikasi dan jalur pendaftaran bisnis. Ini bukan ajakan \u201ccepat-cepat\u201d, hanya informasi rute yang sering dicari tim operasional saat mau mencoba alurnya: <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.linkqu.mobile\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Android<\/a> <a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/linkqu-mobile\/id6468193634?l=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">IOS<\/a> Daftar sebagai bisnis di sini: <a href=\"https:\/\/signup.linkqu.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KLIK DI SINI<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_menilai_solusi_remitansi_sebelum_dipakai_rutin\"><\/span>Cara menilai solusi remitansi sebelum dipakai rutin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak semua perusahaan punya kebutuhan yang sama. Tapi ada beberapa pertanyaan evaluasi yang biasanya membantu agar tim tidak salah memilih.<\/p>\n<h3>Apakah total biayanya bisa dipahami sejak awal<\/h3>\n<p>Yang dicari bukan sekadar \u201cbiaya murah\u201d, tetapi struktur biaya yang bisa dipetakan. Tim keuangan perlu memahami: biaya pengiriman, kemungkinan biaya tambahan di jalur, serta bagaimana kurs ditentukan.<\/p>\n<h3>Apakah prosesnya membantu audit internal<\/h3>\n<p>Audit bukan musuh. Audit itu mekanisme untuk memastikan perusahaan sehat. Solusi remitansi yang baik biasanya membuat bukti transaksi, referensi pembayaran, dan catatan pendukung lebih mudah ditata.<\/p>\n<h3>Apakah status transfer dapat dipantau tanpa membuka banyak kanal<\/h3>\n<p>Jika untuk satu transaksi tim harus membuka beberapa portal, mencari email, lalu menanyakan ke pihak lain, itu pertanda prosesnya masih \u201cmenguras perhatian\u201d. Semakin sederhana pemantauan status, semakin sedikit tenaga yang hilang.<\/p>\n<h3>Apakah bisa mengikuti ritme operasional perusahaan<\/h3>\n<p>Perusahaan punya ritme: jadwal pembayaran vendor, closing bulanan, hingga kebutuhan approval. Solusi remitansi yang cocok biasanya bisa \u201cikut ritme\u201d, bukan malah memaksa tim mengubah cara kerja secara ekstrem.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Remitansi internasional sering dianggap urusan transfer semata, padahal bagi perusahaan ia adalah bagian dari tata kelola: biaya harus bisa diprediksi, proses harus bisa ditelusuri, dan dokumentasi harus rapi. Semakin bisnis kamu berinteraksi dengan pihak luar negeri, semakin remitansi menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran operasional.<\/p>\n<p>Karena itu, membangun kebiasaan memilih dan menata proses remitansi sejak awal akan menghemat banyak hal di belakang\u2014bukan hanya uang, tetapi juga waktu, energi tim, dan kualitas hubungan dengan vendor maupun mitra.<\/p>\n<div class=\"lightweight-accordion\"><details><summary class=\"lightweight-accordion-title\"><span>Apa bedanya remitansi perusahaan dan personal?<\/span><\/summary><div class=\"lightweight-accordion-body\"><p>Remitansi perusahaan biasanya terkait invoice\/kontrak, butuh approval internal, dan menuntut dokumentasi yang rapi untuk audit. Personal umumnya lebih sederhana.<\/p>\n<\/div><\/details><\/div>\n<div class=\"lightweight-accordion\"><details><summary class=\"lightweight-accordion-title\"><span>Kenapa vendor kadang menerima nominal lebih kecil?<\/span><\/summary><div class=\"lightweight-accordion-body\"><p>Karena bisa ada biaya di jalur pengiriman (misalnya bank koresponden) atau potongan di sisi penerima, tergantung metode dan rute transfer.<\/p>\n<\/div><\/details><\/div>\n<div class=\"lightweight-accordion\"><details><summary class=\"lightweight-accordion-title\"><span>Dokumen apa yang sebaiknya disiapkan untuk remitansi?<\/span><\/summary><div class=\"lightweight-accordion-body\"><p>Umumnya invoice, kontrak\/PO (jika ada), serta catatan tujuan pembayaran. Praktiknya mengikuti kebijakan internal dan kebutuhan kepatuhan.<\/p>\n<\/div><\/details><\/div>\n<div class=\"lightweight-accordion\"><details><summary class=\"lightweight-accordion-title\"><span>Kapan perusahaan perlu mengevaluasi ulang cara remitansinya?<\/span><\/summary><div class=\"lightweight-accordion-body\"><p>Saat volume transaksi meningkat, banyak transaksi tertahan\/berulang, atau rekonsiliasi bulanan memakan waktu terlalu lama.<\/p>\n<\/div><\/details><\/div>\n<div class=\"lightweight-accordion\"><details><summary class=\"lightweight-accordion-title\"><span>Apakah remitansi internasional selalu lebih lambat dari domestik?<\/span><\/summary><div class=\"lightweight-accordion-body\"><p>Tidak selalu, tetapi proses lintas negara biasanya melibatkan lebih banyak pihak dan pengecekan, sehingga variasi waktunya lebih besar.<\/p>\n<\/div><\/details><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau perusahaan kamu punya vendor di luar negeri, mengirim gaji untuk tim remote, atau bayar biaya langganan software yang tagihannya pakai mata uang asing, satu hal yang cepat terasa \u201cmengganggu\u201d adalah remitansi. Bukan karena satu kali transfer itu sulit, tapi karena ketika volumenya mulai rutin, prosesnya jadi penuh detail kecil: kurs berubah, biaya tidak selalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14886,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"aside","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":"","_wpscppro_dont_share_socialmedia":null,"_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"default","_twitter_share_type":"default","_linkedin_share_type":"default","_pinterest_share_type":"default","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"default","_medium_share_type":"default","_threads_share_type":"default","_google_business_share_type":"default","_selected_social_profile":[],"_wpsp_enable_custom_social_template":false,"_wpsp_social_scheduling":{"enabled":false,"datetime":null,"platforms":[],"status":"template_only","dateOption":"today","timeOption":"now","customDays":"","customHours":"","customDate":"","customTime":"","schedulingType":"absolute"},"_wpsp_active_default_template":true},"categories":[20,1774],"tags":[],"class_list":["post-14884","post","type-post","status-publish","format-aside","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-geo","post_format-post-format-aside"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14884"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14884\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linkqu.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}